Daftar Artikel

Berlin - Liga basket yang pertama kalinya diadakan oleh PPI Berlin e.V. sukses besar. Liga Basket Perdana yang diadakan tiap dua kali dalam seminggu ini telah menjadi sebuah gebrakan baru bagi PPI Berlin e.V. juga masyarakat Indonesia di Berlin. Respon dan antusiasme serta banyaknya dukungan dari para muda mudi Berlin terlihat langsung pada hari pertama diadakannya liga tersebut. Mulai dari para pemain, supporter sampai para basket mania ikut meramaikan pembukaan acara perdana ini.Tim-tim yang sudah terdaftar menunjukan kebolehan mereka dari tanggal 23 Mei sampai dengan 16 Juni 2011 dan 4 tim dengan poin tertinggi masuk ke babak semi final.Salah satu tim yang menjadi sorotan kali ini adalah Nyet-nyet. Tim yang juga merupakan kumpulan dari jago-jago basket KMKI, berhasil meraih poin penuh sepanjang pertandingan. Permainan baik dan solid yang selalu ditunjukan oleh Angling dan rekan satu t. selanjutnya

Mantan Presiden RI, B.J. Habibie, mengadakan diskusi terbatas dengan beberapa perwakilan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI Berlin dan PPI Jerman) dan organisasi masyarakat Indonesia yang berada di Jerman , Jumat (1/7). Bertempat di kediaman Duta Besar Indonesia untuk Republik Federasi Jerman, Eddy Pratomo, diskusi berjalan selama kurang lebih dua jam. Eddy, yang juga berfungsi sebagai moderator acara, menjelaskan bahwa kunjungan Habibie ke Jerman kali ini salah satunya untuk membantu KBRI Berlin dalam mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Jerman. Sebelumnya, Habibie sempat bertemu dengan perwakilan Fraksi Gabungan Jerman, Presiden Jerman Wulff, Menlu Jerman, dan beberapa elemen serupa lainnya. Dalam pembukanya Habibie menjelaskan bahwa tujuan kedatangannya kali ini lebih diutamakan untuk cek kesehatan. „Sebenarnya saya kesini untuk cek kesehatan, dan saya memang tid. selanjutnya

Berlin- Perekonomian Indonesia memiliki perubahan setiap tahunnya yang dimulai dari awal berdirinya pada tahun 1945. Pemerintah memiliki peranan penting dalam perubahan “pasang-surut” perekonomian di Indonesia, hal ini didasari oleh sistem perekonomian Indonesia yang berbasis pasar. Pada prakteknya pemerintah Indonesia berperan dalam mengatur sektor-sektor penting seperti harga barang pokok, beras, listrik, bahan bakar dan sebagainya. Oleh sebab itu dibutuhkan kontrol yang baik dari masyarakat dalam pelaksanaan dan perencanaannya. PPI Berlin e.V. sebagai organisasi mahasiswa yang peduli dengan pendidikan, berinisiatif mengajak seluruh elemen masyarakat dan mahasiswa Indonesia di Jerman untuk mempelajari dan membahas lebih dalam kondisi perekonomian Indonesia yang teraktual dengan salah seorang pakar ekonomi Indonesia, Faisal Basri, dan pakar sosial politik, Ivan A. Hadar d. selanjutnya

Berlin - PPI Berlin bekerjasama dengan KMKI (Keluarga Mahasiswa Katholik Indonesia) Berlin dan PCI NU Jerman (Pengurus Cabang International Nadhatul Ulama) mengadakan acara diskusi dengan tema "Masa Depan Indonesia Sebagai Negara Bangsa Berdasarkan Pancasila dan Kebhinekaan" dalam rangka Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2011 dan menyambut Hari Lahir Pancasila. Diskusi ini menghadirkan 2 Narasumber, yaitu Ulil Abshar Abdalla, seorang cendekiawan muslim dan Romo Fidelis Waton, Pamong Rohani KMKI. Diskusi ini menyorot sekitar erosi pemahaman jati diri bangsa Indonesia sebagai negara dan bangsa yang berdasar pada Pancasila dan ke-Bhinekaan. Dalam pemaparannya, Ulil menyampaikan, “Tantangan Indonesia ke depan adalah akan semakin pluralnya situasi dan pemahaman masyarakat dalam berbangsa dan bernegara, karena itu dibutuhkan mindset yang tepat, dan semua juga harus ditunjang dengan perb. selanjutnya

<< Sebelumnya 1 | 2